UU pengemudi engkel dan dilema sebuah komunitas

bagikan ..Share on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on Google+Share on Tumblr

terkait “Peraturan Pemerintah no. 44 Tahun 1993 tentang Kendaraan dan Pengemudi, Pasal 240” yang isinya “pengemudi memiliki waktu maksimal kerja 8jam” , maka ini menjadi sebuah dilema bagi sebuah komunitas, yaitu BMC, komunitas yang memiliki kecintaan kepada dunia bis. Kenapa dilema?

mari kita lihat =>

A. variabel pengusaha=>
1PENGEMUDI = 1DUIT
2PENGEMUDI = 2DUIT

B. variabel pengemudi=>
1PENGEMUDI = 1DUIT
2PENGEMUDI = 1/2DUIT (karena dibagi 2pengemudi)
1PENGEMUDI = 2CAPEK
2PENGEMUDI = 1CAPEK

C. variabel penyewa=>
1PENGEMUDI = 1DUIT
2PENGEMUDI = 2DUIT
1PENGEMUDI=2CAPEK
2PENGEMUDI=1CAPEK

D. variabel peraturan =>
1PENGEMUDI=2CAPEK
2PENGEMUDI=1CAPEK

maka,
bisa kita lihat,
variabel A lebih senang 1pengemudi,
variabel B ada 2macam, yang senang engkel dan yang seneng dobel (tergantung kebutuhan perut)
variabel C lebih senang 1pengemudi
variabel D tentu mengharuskan 2pengemudi

dilema yang terjadi adalah keberanian komunitas ini untuk mengambil posisi, apakah mendukung peraturan itu dan lalu bergerak untuk mensosialisasikannya, atau bertahan di status quo, berserah kepada Tuhan. Banyak sudah masukan dari berbagai macam variabel, baik A & B & C & juga anggota komunitas itu sendiri, dan tentu hasil kekuatan seimbang, 50% suka engkel dan 50% memilih dobel

A = JIKA MEMILIH UNTUK MENDUKUNG UU HARUS 2 PENGEMUDI
ke PO => pak, untuk yang diatas 10jam mohon 2pengemudi
ke PENGEMUDI => pak, supir dobel aja ya, gajinya memang agak berkurang, tapi kan lebih aman
ke PENYEWA => pak, harga memang agak mahal, karena kan sekarang pengemudinya 2, jadi anda lebih aman pak
ke PEMERINTAH => pak, jangan pilih2 kalo mau menegakkan peraturan, kalo iya ya semua harus iya, kalo enggak ya enggak semua

reaksi yang mungkin terjadi=>
PO: wah, terus kalo 2pengemudi, yang gaji siapa mas? ini aja mepet ..
PENGEMUDI:
– pak, kalo 2 supir yo gajianku kepotong dong .. bojoku loro je ..
– wah enak mas, suwun ya, sekarang gak terlalu capek nyupirnya
PENYEWA: mas, kok jadi mahal gini, aku ke PO lainnya aja deh

B = JIKA MEMILIH UNTUK DIAM SAJA

reaksi yang mungkin terjadi=>
PENGEMUDI:
– enak gini mas, duitnya lebih banyak
– waduh mas, berat mas, jalan sendirian

mau milih apa komunitas itu, ditentukan oleh komunitas itu sendiri, tentu dengan resiko masing masing (ingat,semuanya adalah resiko penumpang sendiri)
salam

ke PO => pak, untuk yang diatas 10jam mohon 2pengemudi
ke PENGEMUDI => pak, supir dobel aja ya, gajinya memang agak berkurang, tapi kan lebih aman
ke PENYEWA => pak, harga memang agak mahal, karena kan sekarang pengemudinya 2, lebih aman pak
ke PEMERINTAH => pak, jangan pilih2 kalo mau menegakkan peraturan, kalo iya ya semua harus iya, kalo enggak ya enggak semua

reaksi yang mungkin terjadi=>
PO: wah, terus kalo 2pengemudi, yang gaji siapa mas? ini aja mepet ..
PENGEMUDI: pak, kalo 2 supir yo gajianku kepotong dong .. bojoku loro je ..
PENYEWA: mas, kok jadi mahal gini, aku ke PO lainnya aja deh
PEMERINTAH: atur aja deh ..

salam,