0
9
Dec

Kepoliglotan orang Indonesia

Lagi mendengarkan presentasi di kampus, kelas S2 Ilmu Komputer, dan begitu banyak kosakata di bidang internet atau komputer yang (masih) menggunakan bahasa asing (ini bisa diperdebatkan, tidak ada yang salah dengan penggunaan istilah asing) tanpa menggunakan padanan, seperti yang bisa dilihat pada PANDUAN PEMBAKUAN ISTILAH (INSTRUKSI PRESIDEN NOMOR 2 TAHUN 2001).

Tidak ada yang salah dengan penggunaan bahasa asing (bisa diperdebatkan) pada tulisan atau presentasi atau artikel berbahasa indonesia, tetapi saya sendiri sebagai orang indonesia, bekerja di bidang internet, berpendidikan, beruntung bisa kuliah sampe S2, di bidang komputer lagi, sudah selayaknya harus mulai belajar untuk menerapkan penggunaan padanan dalam bahasa indonesia untuk istilah asing. Jika tidak, siapa lagi? apa kita mau jadi seperti malaysia?

Selain padanan kata, hal lain yang menggelitik saya ketika mencari referensi tentang Padanan diatas adalah Poliglot. Definisi singkat dari Poliglot adalah orang yang bisa berbicara atau menggunakan banyak bahasa. Berikut cuplikan dari Panduan Pembakuan Istilah

Bangsa  Indonesia pada  dasarnya  bersifat poliglot.  Oleh karena itu,  penggunaan  istilah yang  berasal  dari  bahasa asing  asal ‘tampak’ seperti  bahasa Indonesia tidak  akan merupakan masalah. Dalam  percakapan lisan  ‘didel’  dibenarkan dipakai disamping ‘ dihapus’.  Akan tetapi, untuk bahasa tulis  sebaiknya dipakai istilah ‘dihapus’

Yah, memang benar, saya merasa sering dengan mudahnya mengadaptasi bahasa dengan seenak enaknya, seperti contoh diatas. Misal “didel” atau “dikopi aja”, itu sering saya lakukan, dan ada banyak contoh lainnya. Kebiasaan ini mungkin juga yang kemudian mempengaruhi saya (dan mungkin juga orang lain) ketika bercakap cakap.

Mungkin ini ke-poliglot-an orang Indonesia yang membuat kita tidak suka menggunakan padanan kata untuk bahasa asing, karena toh bahasa asing tersebut ‘tampak’ dan ‘mudah’ dimengerti seperti bahasa Indonesia sendiri, jadi kurasa adaptasi adalah kelebihan orang Indonesia juga :)

Mungkin bangsa ini juga akan menjadi seperti negara malaysia, yang sudah banyak menggunakan bahasa inggris di kosakata hariannya, dan juga mungkin dalam 20 tahun ke depan hanya ada satu bahasa, bahasa inggris, Lingua Pura (bahasa murni, katanya)

Leave a Reply