Ha(c)k Cipta Musik: penutupan situs download lagu

bagikan ..Share on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on Google+Share on Tumblr

27 juli 2011 malam bapak Tifatul Sembiring sebagai menteri informasi bersama dengan elemen pelaku industri musik seperti: PAPPRI, Asirindo, Prisindo, RMI, ASIRI, APMINDO, Gaperindo, WAMI, dan KCI duduk bersama dalam acara “sosialisasi perlindungan hak cipta seni musik di dunia maya” yang diadakan di Gedung Kemenkominfo

Acara ini sendiri kemudian berbuah ditutupnya 20 situs download lagu yang dilaporkan oleh para elemen pelaku industri, dimana kemeninfo (kementerian informasi) setuju untuk menutup situs yang menyimpan file lagu illegal. Berikut nama 20 situs yang ditutup =>

1.  www.gudanglagu.com
2.  www.gudanglagu.net
3.  www.mp3sgratis.net
4.  www.mp3lagu.com
5.  www.warungmp3.com
6.  www.pandumusica.info
7.  www.musik-corner.com
8.  www.mp3bos.com
9.  www.mp34shared.com
10. www.musik-flazher.com
11. www.index-of-mp3.com
12. www.misshacker.com
13. www.trendmusik.com
14. www.abmp3.com
15. www.katalogmp3.info
16. www.mp3bear.com
17. www.mp3downloadlagu.com
18. www.freedownloadmp3.org
19. www.dewamp3.com
20. www.plasamusic.com

dari 20 situs tersebut ada 2 (atau malah 4?) situs yang merupakan milik teman saya, yang tentu saja membuat dia menjadi cukup kaya sekarang 😉

ketika saya mencoba mengecek, ada beberapa situs yang tetap berjalan dengan normal, ada 2 situs yang kemudian menampilkan petisi tentang “ke-tidak-illegal-an-konten-mereka”, dikarenakan situs mereka tidak memiliki konten illegal, dimana situs mereka hanya menampilkan link menuju file illegal tersebut (semisal ke 4shared / rapishare / dll), mereka beranggapan bahwa menjadi sebuah situs pencari lagu (pemberi informasi) mereka tidak melanggar hukum. Mereka mengambil contoh seperti Google yang legal dalam memberikan link ke sebuah konten illegal, sehingga mereka beranggapan bahwa jika situs mereka memberikan link ke sebuah mp3 lagu yang lagi ngetren saat ini, yang filenya tidak berada di situs mereka, maka itu adalah juga legal.

saya mencoba mencari2 informasi tentang “music sharing” ini baik dalam konteks hukum Indonesia maupun hukum luar negeri, dan saya mendapatkan beberapa bahan (dari masalah hukum diluar negeri)

CINA (http://china.globaltimes.cn/society/2011-04/648476.html)
pemerintah cina memberikan peringatan keras + ancaman denda (tidak hanya tutup seperti Indonesia yang lembek) kepada setiap “websites that provide unapproved music”, termasuk Baidu, situs legal besar di Cina ikut terkena ancaman, karena ada beberapa link MP3 dari artis yang ilegal disitu

MP3BOARD (amerika)(http://news.cnet.com/2100-1023-243331.html)
persidangan antara mp3board vs pemerintah, dimana mp3board menyediakan link menuju website yang menyimpan file illegal, dalam hal ini mp3 musik, dimana mereka beranggapan bahwa “hyperlink” (link / tautan) adalah “innoncent”, tidak bersalah, karena itu tidak bisa di perkarakan. Tetapi pemerintah beranggapan bahwa, ini tidak hanya masalah “link”, tetapi mengambil keuntungan dari suatu produk illegal

AUSTRALIA
(http://www.techdirt.com/articles/20061218/162514.shtml)
(http://news.cnet.com/2100-1027_3-6144590.html?part=rss&tag=2547-1_3-0-20&subj=news)
perdebatan hebat tentang di negara itu apakah “link” itu legal / illegal, dimana sebuah yang memiliki “link” ke produk illegal adalah illegal juga secara hukum

dari 3 gambaran kasus di atas, bisa dilihat bahwa memberikan link ke produk illegal dan apalagi mengambil keuntungan dari informasi tersebut merupakan pelanggaran ..

bagaimana dengan Indonesia dengan UU ITE ?
saya belum membaca UU itu sehubungan dengan kasus ini, nanti setelah saya baca saya bisa berpendapat 😉