PTRS – pay to read sms: sebuah layanan menerima iklan di handphone

bagikan ..Share on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on Google+Share on Tumblr

setelah kenyang dengan sms “nak, ini ibu sedang di kantor polisi, tolong kirim pulsa”, ditambah sms tentang “dana tunai cepat tanpa jaminan” dan juga telepon penawaran kartu kredit, sekarang datang lagi inovasi iklan melalui media handphone,

indosat menawarkan i-klan, sebuah layanan bagi pemilik kartu dari indosat (Matrix, Mentari dan IM3), dimana pemilik handphone ditawari untuk menerima 5 sms berisi iklan dalam sehari, dengan kompensasi Rp 55 untuk tiap iklan, sehingga sehari kamu bisa mendapatkan Rp 275,- atau Rp 8.250,- dalam sebulan, yang dibayarkan dalam bentuk pulsa

sistem ini saya sebut sebagai PTRS, pay to read sms, atau pay to receive sms, seperti juga PTC (pay to click) atau PPC (pay per click), model advertising begini semakin menggila semenjak adanya kemajuan teknologi, dimana mana kita lihat iklan, tidak cukup dengan iklan di jalanan maupun pojok gang, tapi sudut sudut peralatan digital juga dikuasai oleh iklan

sms iklan dikirim pada waktu tertentu:

  • Jam 07.00 WIB
  • Jam 09.00 WIB
  • Jam 11.00 WIB
  • Jam 13.00 WIB
  • Jam 15.00 WIB

yang tentunya ini sudah dilakukan survei terlebih dahulu jam berapa yang tepat untuk memberikan sebuah iklan kepada seseorang, perlu ditiru jam jam ini 😉

tentu indosat juga membuat slot waktu hari dengan harga berbeda beda, dimana kemungkinan akhir pekan merupakan waktu iklan yang mahal, tapi juga belum tentu sih 🙂 karena pendaftaran untuk i-klan ini mengharuskan anda mengisi umur dan jenis kelamin, maka pihak indosat makin bisa menawarkan iklan dengan target penerima yang berbeda

katakanlah indosat dalam sebulan harus membayar 1 iklan itu Rp 55,- tiap sms X 5 iklan X 30 hari = Rp 8.250,- dan anggaplah pihak indosat mengambil margin keuntungan 20%, maka harga jual adalah Rp 10.300,- dengan keuntungan Rp 2.050,- per pelanggan, anggap saja pelanggan 1juta orang, maka lumayan sekali keuntungan provider, belum lagi keuntungan dari pembayaran ke pelanggan dalam bentuk pulsa, yang sebenarnya ujung ujungnya kembali ke mereka lagi 😉

pintar!