piye, isih enak jaman ku too

bagikan ..Share on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on Google+Share on Tumblr

kalimat diatas banyak terlihat di sekitar kita, entah propaganda siapa ini, atau malah buatan sendiri.

“Piye le, isih enak jaman ku to?”

kalimat ini kalo diterjemahkan “gimana, masih enak jamanku kan?”, dengan gambar pak Soeharto sebagai pengucapnya, begitu kuat pesan ini, terutama untuk orang orang lama yang terbiasa hidup di bawah naungan “pohon beringin” yang teduh ..

apa benar lebih enak hidup sewaktu di era Pak Soeharto? jawabnya tentu susah, tergantung siapa yang ditanya .. kalo nanya para aktivis, ya jelas mereka menolak mentah mentah, wong mereka banyak yang hilang, ditekan dan disensor, seperti juga media massa yang banyak di bredel, lalu orang orang bertato yang dihilangkan (rakyat bertato tak bisa dikalahkan..he he he). Tetapi kalo ditanyakan kepada orang orang yang hidup dari transportasi / jalanan, maka tentu jawabannya adalah YA, enak di jaman pak harto.

entah apakah hidup di era pak harto itu bagaikan api dalam sekam, yang pasti tidak pernah ada ketidakpuasan, karena berpendapat itu (bisa dibilang) dilarang, semua berjalan dengan roda yang pasti, mengikuti arah dari pak harto dan kroninya

mari kita bandingkan secara umum sekarang dan jaman pak harto:

Jaman Pak Soeharto:
– beras murah
– bbm murah
– jalanan aman
– preman tidak ada
– keharmonisan agama terjaga
– situasi pemilu dan pemilihan kepala daerah lancar, aman
– tidak ada pornografi, tidak ada seni yang aneh

jaman sekarang:
– pemilu kepala daerah rusuh
– antar agama saling bentrok
– polisi tidak berdaya pada massa
– harga bbm mahal, sebenarnya semua harga mahal sekarang 😉
– banyak preman
– demontrasi brutal
– dll yang jelek jelek

lalu, sebenarnya, enak mana?

terserah anda menjawabnya, tetapi saya mau kasi pandangan saya:
menurut saya tetap enak jaman sekarang, karena kemungkinan saya sebagai orang yang bukan kroni penguasa + masyarakat sipil biasa untuk maju lebih besar, walaupun memang banyak preman, banyak demo, harga bbm mahal, harga makanan mahal, mau kuliah mahal + susah, tetapi kemungkinan saya untuk bangkit selalu ada. Beda dengan jaman ketika pak soeharto, kemungkinan kita untuk maju ya cuma satu, mengikuti arus cendana dan dibawah naungan beringin, atau paling tidak menikahi anak penguasa 😉

kalo sekarang, keadaan Indonesia menurut sekarang adalah keadaan yang sebenarnya, inilah hidup, berat dan kejam .. tidak ada penipuan bahwa “negara kita kaya raya gemah ripah loh jinawi”, tidak, negara kita miskin, penuh korupsi, harga BBM mahal memang sudah semestinya, subsidi sudah seharusnya perlahan dihilangkan, negara harus mengajari rakyatnya juga untuk mandiri dan bertanggungjawab, tidak terus menerus disuapi.

lalu bagaimana dengan jalanan? pungli, preman, begitu meresahkan, belum lagi pelemparan batu ke bis, pembakaran bis yang nabrak, dll .. ini efek dari tidak tegaknya hukum kita, lalu orang mulai yakin bahwa mereka bisa seenaknya dan lalu jika terbelit masalah hukum, hukum tidak bisa menjamah mereka, atas nama “massa”, atau dengan uang / pangkat.

ok, gitu aja, tetap semangat, sabar di jalan, tetap senyum, dan hidup Indonesia!