Millenial: Generasi Y – generasi ME ME ME

bagikan ..Share on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on Google+Share on Tumblr

aku baru baca, millenials, atau millenium, adalah generasi-Y (kelahiran diatas tahun 1990), kelanjutan dari generasi-X (kelahiran tahun 1970-1980an), direspon dalam ketakutan oleh banyak peneliti (tentu ada banyak juga nilai plusnya, cuma aku lebih suka berita buruk), tentang perilaku mereka yang bisa “membahayakan” dunia 🙂 mari kita baca lebih lengkap ..

Millenial, hidup berbarengan dengan teknologi yang memang merubah dunia, internet 🙂 gara gara ini mereka kemudian jadi berubah, seperti zombie yang kena darah dari penyebarnya, sehingga mereka menjadi seperti sama hehehehe .. yang pasti terjadi mutasi karena penggunaan teknologi oleh para millenials ini ..

Salah satunya penulis tentang millenial adalah Joel Stein, yang menulis di majalah Time bulan mei 2013, berjudul “The Me Generation”, dimana dia membagi tulisannya jadi dua isi, pertama bercerita tentang hal negatif dari kehidupan millenials, lalu bagian kedua menulis bagaimana mereka itu bisa “save us all” .. bingung ya? baca aja sendiri 🙂 aku mau nerangin, tapi saya waktunya mepet nih untuk mikir panjang, jadi maen gampang aja ya 🙂

Singkatnya, si joel menulis, negatifnya =>

  • narsis berlebihan, bisa lari ke percaya-diri-berlebihan,
  • materialistis dan kecanduan teknologi, yang buat anak ekonomi rendah tentu jadi masalah
  • narsis berlebihan, sehingga merasa spesial, mengutamakan hak
  • daya kreatif menurun, kalo bisa mengambil dari internet, ngapain bikin sendiri
  • kesulitan / tidak bisa melihat + menerima sudut pandang yang lain, atau sudut pandang orang lain
  • menjadikan jumlah LIKES di status kita sebagai patokan kecintaan orang pada kita, dan marah jika tau ada teman yang tidak LIKES
  • menjadi penipu + tukang bumbu, menambahkan informasi untuk membuat orang tertarik (misal melalui status)
  • meninggikan dirinya sendiri, memanipulasi banyak hal (foto wajah, berat badan, posisi lagi dimana, lagi ngapain, dll)
  • tidak adanya perjumpaan fisik, hilangnya kecakapan lisan / oral, hilangnya empati ketika berjumpa dengan manusia
  • suka me-bully (mengejek), tetapi tidak suka di ejek
  • tidak suka membaca buku + tidak bisa mengeja
  • (EFEK) stres ketika di dunia nyata menjumpai dirinya ternyata tidak sehebat di dunia maya

 

kalo untuk positipnya, baca aja sendiri ya haahaha,

Link: