Dari dulu seperti itu = percobaan 5 monyet dan sebuah tangga

bagikan ..Share on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on Google+Share on Tumblr

kita sering melakukan banyak hal dengan alasan sederhana: “dari dulu seperti itu” .. yah mungkin hal yang kita lakukan memang masuk akal, tetapi mari kita lihat sebuah percobaan berikut ini:

1. ada 5 monyet dimasukkan dalam suatu kandang, lalu ditengah mereka dikasi tangga, dan diatas tangga itu digantung pisang

percobaan-psikologi-lima-monyet-dan-tangga1

2. setiap kali seekor monyet mencoba untuk menaiki tangga, 4 monyet lainnya yang tidak naik tangga disemprot air .. berulang ulang setiap ada monyet mencoba naik, yang 4 lainnya disemprot air .. lama lama jika ada monyet yang mencoba naik tangga, maka monyet lain akan memukuli monyet yang mencoba naik tangga

percobaan-psikologi-lima-monyet-dan-tangga2

3. karena sering dipukuli oleh monyet lainnya, akhirnya semua monyet tidak berani naik tangga dan mengambil pisang

percobaan-psikologi-lima-monyet-dan-tangga3

4. percobaan dilanjutkan, monyet no 1 diganti dengan monyet baru, monyet no 6 .. si monyet no 6 langsung menuju tangga dan mencoba naik .. monyet lainnya (2,3,4,5) langsung memukuli monyet no 6 .. begitu terus sampai monyet no 6 tidak berani naik tangga lagi ..

percobaan-psikologi-lima-monyet-dan-tangga4

5. monyet no 2 diganti, dimasukkan monyet no 7 .. spontan monyet no 7 naik tangga, dan langsung dipukuli oleh monyet lainnya (3,4,5, dan juga no 6) .. begitu terus, hingga monyet no 7 tidak berani naik tangga

percobaan-psikologi-lima-monyet-dan-tangga6

6. percobaan dilanjutkan .. satu persatu monyet diganti .. dan semua monyet perlahan tapi pasti memukuli yang akan naik tangga .. dan akhirnya semua monyet tidak ada yang naik tangga

percobaan-psikologi-lima-monyet-dan-tangga7

kesimpulan:
pada awalnya hanya monyet 1,2,3,4 dan 5 yang merasakan hukuman jika mencoba naik tangga, tetapi ketika diganti pun, monyet selanjutnya juga tetap melarang dan memukuli monyet yang mencoba naik tangga, tanpa tau alasannya (disemprot air) ..

 

nah, apakah kita sering melakukan sesuatu hanya karena “biasanya seperti itu?” .. seperti monyet yang melarang monyet baru naik tangga, tanpa tau alasan kenapa tidak boleh naik tangga?

beberapa hal kita lakukan tanpa kita mikir apa alasannya, dan itu kita lakukan terus menerus .. contohnya:
– anak baru selalu di plonco / di kerjain, tanpa tau alasannya bagusnya, dan yang dulu diplonco, ketika jadi senior, juga melakukan hal yang sama ke anak baru selanjutnya
– kenapa kita pake celana dalam? penting? keren?
– kenapa kita harus sekolah? biar pintar? bisa dapet kerjaan? bisa kaya?
– kenapa kita harus punya uang?
– dan ada banyak pertanyaan lainnya ..

terlalu banyak hal nanti yang perlu anda pertanyakan 🙂 bisa stres malah modar .. tetapi poin saya adalah:

untuk belajar / mengerti sesuatu, kita perlu tahu alasannya,sehingga dengan itu kita bisa mudah mengingatnya, mengerti kenapa kita melakukan itu, dan punya tujuan

ngono boss ..