menaklukkan gajah: menanamkan sugesti

bagikan ..Share on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on Google+Share on Tumblr

Anda tentu tahu bahwa gajah adalah salah satu binatang besar dan kuat di daratan, biasanya mereka digunakan sebagai tenaga kerja untuk mengangkat kayu maupun transportasi, di beberapa tempat seperti Thailand maupun di lampung (penangkaran gajah), atau bahkan di sirkus atau pertunjukan gajah. Jika anda perhatikan, para gajah tersebut hanya diikat atau dikendalikan dengan sebuah tali yang kecil, biasanya tali tambang putih sebesar lengan anak kecil, yang pasti bisa kita bayangkan itu sangat mudah untuk diputus / dicabut oleh gajah.

Tetapi tali sekecil itu (untuk ukuran gajah besar), bagaikan sebuah rantai besi jangkar, kokoh tak terpatahkan.

Apa rahasianya?
Sewaktu gajah masih kecil, mereka di tali / di ikat ke pohon dengan tali sebesar itu, tetapi karena masih kecil, tali tersebut sudah cukup untuk menahan mereka, sehingga sewaktu sang gajah mencoba berontak, tetap saja mereka tidak bisa lepas dari tali tersebut, mereka mencoba terus, dan gagal terus, hingga di suatu titik, mereka sadar (percaya, ter-sugesti) bahwa tali tersebut tidak terpatahkan, hingga mereka tumbuh besar, semakin kuat, tetapi dalam pikiran mereka, tali tersebut sudah merupakan sesuatu yang tidak terputuskan, sehingga mereka tidak lagi mencoba untuk melawan.

Menanamkan sugesti!
kuncinya disitu, tertanamnya sebuah keyakinan, apalagi yang dibangun sejak kecil, merupakan hal yang akan dibawa terus dalam perjalanan hidup seseorang, persis dengan anak kecil yang diceritai hantu, yang kemudian hingga dewasa pun mereka tetap percaya dengan hal tersebut, seperti mitos mitos yang didengarnya ketika kecil (entah benar atau tidak). Tetapi tidak hanya anak kecil, penanaman kesadaran, semisal tentang produk pun juga bisa hadir di usia muda / dewasa bahkan tua, seperti percayanya kita bahwa “buatan eropa” lebih ok dari produk manapun.

Dalam bisnis,
kunci menjual produk ada disitu, bagaimana sebuah produk bisa membuat konsumen percaya bahwa produknya paling bagus, atau dengan penggunaan artis cantik sebagai iklan shampo, menanamkan bahwa artis tersebut menjadi cantik karena menggunakan produknya, atau bisa dengan cara kegagalan, dengan memberikan kesempatan konsumen mencoba produk lain, yang lalu merasa tidak puas, kemudian balik lagi ke produknya lagi.

Dalam pendidikan,
ini paling penting, ingat apa yang kita tanam pada saat kecil, akan berakibat secara efektif pada perilaku, pola pikir sang anak, dan itu sangat susah untuk dirubah.

Akhir kata,
jangan cepat patah semangat, ketika kita mencoba dan gagal terus, lalu kita seperti gajah yang percaya bahwa, tali kecil itu tidak akan terpatahkan, walaupun kemudian kita menguat, tetapi kesadaran itu menghantui kita ..