Mobil murah LGCC (ayla agyla): antara suara menengah kebawah hingga politik

bagikan ..Share on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on Google+Share on Tumblr

Mobil murah LGCC sudah hadir, tidak perlu lagi dipusingkan, sudah jelas bahwa pemerintah sudah menerima mobil ini dan setuju untuk edarnya di Indonesia. Semua pro dan kontra menjadi usang, karena pejabat2 yang berwenang merasa mobil ini cocok di Indonesia, harus masuk.

Alasan para pejabat:
1. orang irian butuh mobil juga (Hatta Rajasa)
2. jangan hambat orang beli mobil (wakil presiden)
3. mobil murah buat di desa (Jero Wacik)

tentu, alasan ini benar, siapa yang tidak mau beli mobil?
negara kita itu negara TROPIS, PANAS, jelas beli mobil itu penting, selain sebagai GENGSI, juga untuk menjaga kecantikan / kegantengan anda, naik mobil jelas lebih enak (AC, gak kena angin, gak terpapar matahari, gak kena hujan, bisa sambil nonton TV). Tentu yang kontra juga ada, jelas 🙂

lalu, ada juga kepala daerah yang tidak setuju,
1. yang benar itu transportasi murah, bukan mobil murah (Joko Widodo + Ahok)
2. bikin tambah macet (walikota solo)
3. mending mobil nasional daripada mobil murah (pak ganjar gubernur jateng)

alasan orang2 ini juga benar, dari sudut mereka sebagai pemimpin, mobil murah efeknya kan macet, juga kenapa tidak meneruskan program mobil nasional saja? kenapa harus mobil import lagi?
dan kepala daerah ini pun menuai kontra juga, terutama dari mereka yang pengin beli mobil murah 🙂

bagaimana menurut anda?