Google Wave vs ShareFlow

bagikan ..Share on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on Google+Share on Tumblr

Mei 2009,

Google mengeluarkan produk baru, Wave, sebuah sistem kolaborasi, bisa dibayangkan sebagai gabungan antara email + social networking + micro blogging + chat + share file, lengkap, menyerupai sebuah project management software.

google_wave_large.jpg

Dari yang ku pahami (karena aku belum menggunakan, duh .. terlalu banyak hal baru dan melelahkan jika mencoba semua hal), ini adalah seperti kita berkirim email (make wave), yang kemudian dianggap sebagai sebuah topik, bisa menyertakan file layaknya attachment, kemudian orang2 yang terhubung dengan kita (connect / friend) bisa menambahkan, mengomentari, membalas dan lain2, dengan antar muka (interface) yang “mudah dilihat dan dipahami” ..

Terobosan ini bagus juga, karena sering (aku / kita / anda) mengalami kerepotan ketika mencoba berkolaborasi dengan seseorang / lebih orang tentang pekerjaan menggunakan email, dimana kemudian terlalu banyak reply – reply yang membuat mata kita sakit ketika melihat email, dan kadang terlewat, apalagi kalo email kita banyak (dan tidak menggunakan filter) .. walaupun ada fungsi thread pada email kita, tetap sulit. Si Wave ini memberi kemudahan “cara pandang / tampilan” dari kolaborasi ini ..

ShareFlow, juga merupakan software baru yang menyerupai Google Wave (bahkan disebut sebagai inspiratornya / atau bahkan duplikasi) … coba lihat gambar ini ->

Kolaborasi ini yang ditawarkan untuk kita sebagai pengguna (pengguna abadi .. duh … ) .. mirip dengan Wave kan? kalo di Google Wave, setiap topik / email disebut sebagai Wave , kalo ShareFlow menyebutnya Flow .. sama  🙂

Anda ingin mencoba? coba aja .. aku juga pengin sih ..