Rok mini, wanita, dan komentar pejabat

bagikan ..Share on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on Google+Share on Tumblr

tema ini agak kuno mungkin, tetapi setelah melihat sebuah gambar di internet, saya pengen banget nulis tentang ini, dimana foto itu ->

menggambarkan wanita dan rok mini yang ternyata sempat heboh dibahas di Indonesia, sehubungan dengan komentar seorang pejabat tentang

meminta agar kaum hawa yang menggunakan sarana transportasi angkutan umum saat berpergian hendaknya tidak menggunakan rok mini. “Agar jangan memancing orang berlaku asusila pada perempuan itu,”

komentar tersebut menanggapi maraknya perkosaan di angkutan umum. Komentar tersebut kemudian di balas dengan demonstrasi dari para wanita dengan slogan “jangan salahkan rok mini, tetapi salahkan otak yang mini”

tentang rok mini dan menyudutkan korban pemerkosaan sebagai pihak yang bersalah karena merangsang kaum lelaki dengan pakaiannya yang seksi, mari kita bahas dari berbagai sudut pandang:

Agama
ada agama yang menyarankan penggunaan baju yang sopan adalah tertutup, dimana betul bahwa itu lebih sopan, agamis dan “tidak mengundang” hal yang memancing asusila, seperti prinsip bang napi, “waspadalah karena kejahatan itu berawal dari kesempatan”.

tetapi di satu sisi lain, agama tentu saja tidak (amat sangat) tidak memperbolehkan kita untuk mengikuti hawa napsu, (di kristen ada hukum no 7, jangan berzinah), sehingga sebenarnya apapun bajunya, apapun gayanya, kita tidak boleh terangsang

Budaya
indonesia sangat mengagung agungkan budaya, ramah tamah, sopan, rukun, gotong royong, sehubungan dengan pakaian tentu bilang bahwa etika budaya mengajarkan kita (saat ini) untuk sopan dalam hal pakaian juga, dan sopan itu adalah pakaian yang tertutup, tidak terbuka sana sini.

nah, pertanyaannya adalah, dulu, ya dulu, ketika masi era ’50an, kita bisa lihat banyak budaya di indonesia para wanitanya masih “topless”, atau bertelanjang dada, paling gampang kita lihat adalah dari foto2 wanita bali, dan saat itu apakah kemudian ada pemerkosaan? atau menyalahkan wanita bertelanjang dada?

lalu apakah etika budaya itu bergeser? dulu boleh sekarang tidak? lalu sopan itu apa?

Psikologi
ah saya gak pinter psikologi, yang pasti laki laki itu mudah terangsang, itu jelas. Tetapi kalo dilihat lebih detail lagi, ketika lelaki melihat wanita sesuai dengan profil wanita kesukaannya, dia akan terangsang / minimal tertarik,  tidak peduli model bajunya / wajahnya, atau status sosialnya, yang penting sesuai dengan model dambaannya. jadi seksi menurut lelaki itu beda, walaupun secara umum seksi itu berarti bodinya terlihat terbuka 😉

Mau lihat komentar komentar bodoh lainnya dari para pejabat Indonesia?