Sok Friendship!

Hari ini, seorang yang cukup saya sukai sewaktu menjabat menjadi presiden RI ke 4 telah meninggal dunia, yaitu Bapak Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, pada usia 68 tahun.
Pak Gus Dur meninggal sekitar jam 18.30, di Jakarta. Beberapa hari yang lalu pak gus dur ini menyempatkan diri dalam sakitnya mendatangi kantor PB NU di Jakarta karena terjadinya perpecahan di kubu PKB, sehingga kayaknya bapak ini kesal dengan hobi berantemnya junior junior dia
Saya menyukai sosok ‘anak santren’ ini, cucu pendiri NU, bukan politisi (dari sudut pandang saya), cerdas sebagai seorang muslim dan juga warga negara Indonesia. Ide menghapal nomor telepon teman / keluarga / siapa saja yang saya anggap dekat berasal dari bapak satu ini, ketika dia diwawancarai dan mengatakan bahwa dia hapal 50an nomor telepon orang orang “yang penting” dalam hidupnya, dengan kondisi kedua ginjalnya sudah tidak berfungsi.
Ketika menjadi presiden, ada saja ulahnya yang saya sukai, salah satunya adalah membuka ktp untuk warga tionghoa, membuka kebebasan pers, dan mungkin banyak lagi, dan tentu saja dia juga banyak melakukan kesalahan, yup .. ketika menjadi presiden, dia dianggap terlibat kasus penipuan, yang dilakukan oleh tukang pijatnya, lah ini kan juga aneh, yang nipu tukang pijatnya, yang dijadikan tersangka malah yang dipijet. Juga ketika dia menghina bahwa DPR adalah taman kanak kanak, para anggota yang terhormat itu marah, padahal, seharusnya yang marah kan taman kanak kanak, kan masi lugu dan tidak mengenal korupsi, disamakan dengan gudang koruptor
Pak gusdur yang hebat ini juga pernah dituduh korupsi, karena menerima sumbangan dari Sultan Brunei. Padahal dia menerima itu dalam kapasitas sebagai ketua ormas NU, bukan sebagai presiden. kan gak dilarang itu .. ada seseorang yang dengan serius bilang kalo pak gusdur itu 100% bersih dari korupsi. Dan saya percaya!
Sewaktu diusir keluar dari Istana, Jaya Suprana pernah bertanya kepada pak gusdur, “kok bisa gini ya Gus?”, jawab tegas pak gus dur “perhitungan saya keliru” ha ha ha … benar2 menarik pribadi ini ..
Ketika palestina dan israel sedang hangatnya2 (1 tahun lalu), pak gusdur ini juga dianggap pro israel, karena dia berkomentar bahwa salahnya ‘Palestina mengebom Israel duluan’, bahkan banyak tulisan di web ’11 bukti gusdur pro israel’, yang kalo anda baca, anda akan tersenyum senyum kecil, membayangkan wajah pak gusdur ini
nampaknya dunia terlalu kaku menerjemahkan komentar2 lucu nya ..
oh ya, waktu dia menjabat presiden, kayaknya itu mulai jalannya kereta Jakarta Jombang Bangun Karta muncul ..
ok, sekarang sosok itu sudah meninggal, dan seperti yang kata mutiara pak gusdur, “gitu aja kok repot”, mari kita rayakan meninggalnya pahlawan ini tidak dengan repot, sibuk dengan publikasi, acara ini acara itu, mengenang ini mengenang itu, tetapi dengan bekerja keras, tidak korupsi, tetap minum minuman keras gak pa pa asal jangan rusuh, merokok gak pa pa asal jangan banyak banyak, belajar yang baek biar naek kelas, bercinta dan tidak selingkuh!
salam ‘gitu aja kok repot’
Referensi:
http://aliusman.wordpress.com/2009/02/28/gus-dur/
http://polhukam.kompasiana.com/2009/11/12/dprkumpulan-taman-kanak-kanak-ada-benarnya-juga/
http://www.jakartapress.com/demo/news/id/3560/Gus-Dur-Din-Nggak-Ngerti-Soal-Israel.jp
http://www.google.co.id/search?q=gusdur+bela+israel&ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a
(disadur dan disesuaikan untuk pasar dan karakter Indonesia dari OverStreet Grading Scale)
Anda penggemar buku / komik dan sering membeli dari internet? Atau anda ingin menjual koleksi komik anda secara online? Untuk buku dan komik baru, biasanya tidak akan timbul masalah sehubungan dengan kualitas, tetapi kalo sudah menyangkut kondisi buku atau komik bekas, ada kemungkinan timbul masalah.
Masalah paling utama adalah tentang kondisi buku bekas tersebut, karena media online mengandalkan keterangan dan gambar untuk menjelaskan kondisi buku dan komik, sehingga dengan adanya standar penilaian memudahkan pembeli atau penjual untuk mengukur nilai barang tersebut. Standar ini banyak diterapkan di dunia jual beli online international, untuk berbagai macam barang, terutama memoriabilia / antik / koleksi, dengan standar yang berbeda-beda pula.
Untuk itu saya mencoba menyusun standar ini, yang saya sadur dari OverStreet Grading Scale, standar untuk buku komik Amerika, yang kemudian saya sesuaikan dengan keadaan pasar dan karakter masyarakat Indonesia. Standar ini bisa berguna untuk penjual dan pembeli untuk barang: buku (baik novel, literatur, pelajaran, dll), komik (baik komik jepang, eropa, indonesia, dll). Standar pada OverStreet Grading Scale ada 12 macam, tetapi untuk standar Indonesia saya buat hanya menjadi 4, sesuai dengan karakter pasar yang ingin gampang saja
Standar disini hanyalah terbatas untuk menghitung nilai barang berdasarkan kondisi, tidak menghitung tentang nilai historis, langka, dll.
BUKU BARU (NILAI: 100%)
• kondisi baru (dari toko / pabrik)
• kondisi masih segel lebih bagus
• tidak ada garis tekukan pada cover
• punggung buku (baik di lem / di jahit / di klip) harus rapat
• warna kertas masih segar dan baru (apalagi masih bau pabrik)
• halaman lengkap
• cover lengkap dan mulus
• tidak ada coretan (nama / stiker nama) di cover depan, belakang, dibalik cover depan dan dibalik cover belakang, halaman 1 (setelah cover)
• tidak ada coretan nama / stiker nama / cap rental / cap nama / cap perpustakaan di halaman depan
• tidak ada halaman robek
• tidak ada bercak (air / makanan / dll)
• ukuran tidak terpotong
• stiker harga masih ok
BUKU BAGUS (NILAI: 90%)
• kondisi bekas
• kondisi tidak segel
• tersampul lebih bagus
• 1 / 2 garis tekukan pada cover / punggung dan tidak terlalu besar / jelas
• punggung buku (baik di lem / di jahit / di klip) masih rapat. Jika menggunakan klip, tidak terlalu berkarat.
• warna kertas sudah agak kuning, tetapi tidak terlalu coklat / gelap
• halaman lengkap
• cover lengkap
• tidak ada coretan (nama / stiker nama) di cover depan, belakang, dibalik cover depan dan dibalik cover belakang, halaman 1 (setelah cover)
• coretan nama / stiker nama / cap rental / cap nama / cap perpustakaan di halaman masih ok, tetapi tidak boleh lebih dari 2 tulisan.
• tidak ada halaman robek
• tidak ada bercak (air / makanan / dll)
• ukuran tidak terpotong
• stiker harga masih ok
BUKU BAIK (NILAI: 80%)
• kondisi bekas
• kondisi tidak segel
• tidak tersampul ok
• garis tekukan pada cover / punggung dan tidak terlalu besar masih ok, selama tidak menggangu gambar
• punggung buku (baik di lem / di jahit / di klip) masih bagus, tidak terlepas, Jika menggunakan klip, berkarat masih ok.
• warna kertas sudah kuning ok, selama gambar / tulisan masih jelas.
• halaman lengkap
• cover lengkap
• coretan (nama / stiker nama) di cover depan, belakang, dibalik cover depan dan dibalik cover belakang, halaman 1 (setelah cover) masi ok, selama ukuran kecil, tidak mengganggu gambar / cerita / tulisan
• coretan nama / stiker nama / cap rental / cap nama / cap perpustakaan di halaman masih ok, agak mengganggu gambar / tulisan masih ok, ukuran kecil
• tidak ada halaman robek
• ada bercak (air / makanan / dll) masih ok, selama tidak menganggu tulisan / gambar, bekas kertas halaman tertempel / lengket masih ok (dan harus bisa dibuka), selama tidak menggangu tulisan / gambar.
• ukuran tidak terpotong
• stiker harga masih ok
BUKU CUKUP (NILAI: 70%)
• kondisi bekas
• kondisi tidak segel
• tidak tersampul ok
• garis tekukan pada cover / punggung masih ok
• punggung buku (baik di lem / di jahit / di klip) tidak terlepas, Jika menggunakan klip, berkarat masih ok.
• warna kertas sudah kuning ok, selama gambar / tulisan masih jelas.
• halaman lengkap
• halaman terlepas (biasanya di tengah) masih ok, selama tidak hilang
• cover lengkap
• coretan (nama / stiker nama) di cover depan, belakang, dibalik cover depan dan dibalik cover belakang, halaman 1 (setelah cover) masi ok
• coretan nama / stiker nama / cap rental / cap nama / cap perpustakaan di halaman masih ok
• ada halaman robek masih ok, selama tidak mengganggu tulisan / gambar
• ada bercak (air / makanan / dll) masih ok
• ukuran terpotong masih ok, selama tidak mengganggu tulisan / gambar
• stiker harga masih ok
BUKU JELEK (NILAI: 60%)
• halaman hilang
• cover depan / belakang / keduanya hilang
• dan semua cacat yang lain
Lakukan pengecekan buku anda dengan melihat satu persatu kriteria diatas, ketika anda sudah dapat menentukan kondisi buku anda, misal BUKU BAIK, maka anda mendapatkan nilai 80%.
RUMUS:
Harga (harga pasaran + nilai buku) x standar (persentase) = harga total
misal, buku Tintin “Jeruk Biru” yang agak langka ->
(harga pasaran 50.000 + nilai buku karena langka 50.000) x kondisi buku BAIK (80%) = Rp 80.000,-
Harga Pasaran:
harga ini adalah harga normal di pasaran untuk buku bekas, biasanya harganya sekitar 75% dari harga buku baru.
Nilai Buku:
nilai buku merupakan harga ‘bonus’ yang biasanya terjadi karena buku langka, buku jadul, buku cetakan pertama, ada tanda tangan penulisnya, dll
Semoga mendapatkan pencerahan.
Salam,
Ini judul yang disarankan oleh dosen ku dikelas, ketika kami belajar tentang Interaksi Manusia dan Komputer. Judul diatas menurut dia lebih tepat untuk menggantikan IMK (interaksi manusia dan komputer), karena sebenarnya (menurut pak dosen) hubungan yang terjadi (tidak hanya) antara manusia dengan komputer, tetapi lebih detil lagi antara pengguna (pengunjung, pengguna, anggota dll) dengan (hasil) desainer yang melalui komputer sebagai medianya.
Dengan konsep ini, diharapkan pembuat berpikir lebih luas, keluar dari kotak, lebih menitikberatkan kepada konsep penjual dan pembeli, pemilik dan pengguna, pemberi layanan dan pengguna layanan. Konsep ini kemudian membuat pengguna sebagai target “hasil” pembuat puas dan menyukai apa yang ditawarkan oleh “pembuat”. Konsep ini disebut bisa disebut “user friendly” (ramah pengguna), tetapi jika kita berbicara tentang situs (website) / internet dan atau online, maka kita harus lebih mengkhususkan konsep ini menjadi “reader friendly” (ramah pembaca), karena dalam dunia situs, pengguna dianggap sebagai pembaca, yang mempunyai banyak pilihan bacaan, dan akan mudah sekali pindah ke situs yang lain jika tidak puas dengan apa yang ditawarkan.
Interaksi ini kemudian dilakukan dalam bentuk dialog, bisa dalam bentuk halaman situs, widget (apa sih ini padanannya?), atau lainnya, yang merupakan interaksi antara pembuat (melalui hasilnya) dengan pengguna (atau pembaca), dengan segala fitur fiturnya yang disediakan, dan memiliki suatu tujuan tertentu (pengguna membeli produk, pengguna mau membayar keanggotaan, pengguna mau membaca dll)
Sebuah sistem (hasil karya desainer) alangkah baiknya jika mempunyai beberapa sifat seperti ->
- luwes
- semudah mungkin
- konsistensi (theme, font, dll)
- umpan balik (fitur komentar, form kritik, via email, dll)
- kontrol (navigasi dll)
Poinnya adalah bagaimana membuat sebuah aplikasi / fitur / situs dapat menyampaikan informasi yang diinginkan kepada pengguna.
ok?