Posts Mentioning RSS Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • plentonk 8:47 am on 28 January 2010 Permalink | Reply
    Tags: sandal jepit, sandal swallow, seni, seni jalanan, seni sandal   

    Seni Sandal Swallow 

    Masi ingat sandal swallow?
    Kurasa setiap orang indonesia pernah punya sepasang ya, baik membeli maupun membawa dari rumah atau kos teman. Sendal ini didominasi warna hijau, entah kenapa sering banget bikin cerita lucu seperti tertukar, selen (beda warna antara kiri dan kanan), tertukar ukuran (kanan dan kiri beda ukuran) dan banyak lagi kejadian lucu.

    Sandal ini juga banyak bajakannya, entah itu SunSwallow atau Shallow dan macam macam plesetan lainnya. Dari wikipedia disebutkan bahwa Swallow adalah nama sebuah merek sandal jepit kala itu, dan ada perusahaan dari Brasil yang memulai produksi sandal ini pada tahun 1962. Saya belum mendapatkan data tentang sandal jepit swallow ini pertama kali di Indonesia.

    Sandal Swallow The Beatles

    Cerita paling banyak tentang sandal ini adalah seringnya orang menukar sandalnya, atau memang tertukarĀ  (karena dominasi warna hijau), belum lagi untuk ukuran biasanya tidak terlalu beda. Hal yang sering terjadi adalah seperti di tempat umum, masjid, atau juga di kos atau kontrakan. Tukar menukar sandal, atau ketika terburu buru menggunakan sandal dan kemudian baru tersadar jika sandal yang digunakan berbeda warna.

    Kejadian ini kemudian membuat banyak orang untuk memberi tanda di sandalnya (yang sebenarnya bukan cara yang ampuh, toh malah memberikan peluang untuk digunakan, karena “oh punya si A, pake aja, gak pa pa”), yang karena kemudian tidak ampuh, malah bergeser menjadi gaya gaya an, seperti beberapa gambar disini.

    http://muhamaze.files.wordpress.com/2009/01/sandale-dharma2.jpg

    Identitas di Sandal Jepit

    http://th02.deviantart.net/fs47/300W/i/2009/191/6/1/Sendal_jepit_sendal_swallow_by_paldipaldi.jpg

    Nama di Sandal Jepit

    Anda bisa lihat ukiran gambar pada sandal yang kemudian menjadi semacam kanvas bagi beberapa orang, untuk mengekspresikan karya mereka.

    Sandal Swallow Spiderman Wolverine

    Sandal Swallow Modifikasi Seseorang

    Anda punya sandal swallow?

    - Gambar: beberapa dari internet (liat url source)
    - Ide: dapat dari kaskus

     
  • plentonk 6:22 pm on 25 January 2010 Permalink | Reply  

    Wordpress Template dan jarang tidur 

    Insomnia

    Insomnia

    Gambar ini aku ambil sebagai penggambaran tentang bagaimana mudahnya menggunakan template dari Wordpress, sehingga, saking mudahnya (ada yang merasa template wordpress terlalu mudah?) setiap orang berlomba untuk merombaknya yang (bisa) berakibat kepada insomnia.

    Sleep deprivation istilah keren dari insomnia, penyakit kurang tidur, atau bahkan penyakit tidakĀ  bisa tidur.

    Saya yakin penyakit ini bakalan melanda orang yang sedang getol2nya memodifikasi template yang sudah ada agar sesuai dengan “cita rasa” pribadinya, terutama untuk template WordPress yang (mungkin) mudah untuk dirubah. Anda pernah punya friendster? atau blogspot? anda pernah mencoba mengutak atik tampilannya agar terlihat ramai? terlihat berwarna pink pink atau ada gambar tengkoraknya?

    Sebuah penelitian (yang merupakan disertasi untuk Doctor of Philosophy in Information Management and Systems) oleh Danah Michele Boyd mengungkapkan bahwa kebanyakan anak muda selalu ingin tampilan situs (ataupun profil di jejaring sosial) mereka berbeda, sehingga tiap orang berlomba untuk memodifikasi templatenya, perilaku ini hampir sama dengan betapa malunya seseorang ketika jalan ke mall dan bertemu dengan seseorang yang menggunakan baju sama.

    Selamat bekerja keras mempercantik situs anda :D
    Gambar dari Noise To Signal

     
  • plentonk 5:58 pm on 25 January 2010 Permalink | Reply
    Tags: , katolik, kristen, teknologi   

    Pesan Paus BENEDICT XVI dalam WORLD COMMUNICATIONS DAY ke 44 

    24 Januari 2010 Vatican mengeluarkan pesan kepada dunia, terutama kepada para pastor / pendeta dan juga kepala gereja untuk mulai aktif menggunakan peralatan digital untuk berkomunikasi dengan jemaatnya, terutama kalangan anak muda. Pesan ini disampaikan untuk WORLD COMMUNICATIONS DAY ke 44.

    Dalam pesan tersebut, Paus mengajak para pendeta untuk “employing the latest generation of audiovisual resources” seperti gambar, video, animasi, blog dan juga website. Dengan penggunaan peralatan digital ini, pendeta dan juga gereja bisa mengenalkan gereja, kegiatannya, dan mengekspresikan pesan mereka tidak hanya terbatas pada teori semata, tetapi juga “as something concrete, present and engaging”, sesuatu yang nyata dan kekinian.

    Pesan ini mungkin membuat banyak proposal pembuatan website masuk ke gereja, salah satunya mungkin dari tempatku :) tetapi saya masih harus mempelajari sejauh mana penerapan teknologi ini bagi gereja, sehubungan dengan konsep agama itu sendiri, pengajaran / penginjilan, hingga pelayanan. Semoga juga pesan Paus ini kemudian tidak membuat gereja terjebak dalam pemanfaatan teknologi yang “kristenisasi” atau “katolikisasi”, atau bahkan membuat medan pertempuran SARA baru.

    Amin.

     
  • plentonk 10:09 am on 22 January 2010 Permalink | Reply
    Tags: 2010, afta, , cafta, informasi   

    CAFTA dan bangsa Indonesia 

    2010 ini bangsa kita sudah setuju untuk melaksanakan CAFTA, sebuah perjanjian China dan ASEAN untuk perdagangan bebas. Perdagangan bebas ini maksudnya lebih ke kemudahan tiap anggota untuk saling mengirim (ekspor) produk ke negara anggota lainnya.

    Banyak kekuatiran dari kalangan bisnis di Indonesia bahwa infrastruktur kita (baca: Indonesia) tidak atau belum mendukung program ini, apalagi dengan membanjirnya produk dari luar negeri yang murah, akan menghancurkan produsen dalam negeri. Produk yang jelas saya lihat akan masuk adalah di bidang tekstil, contoh sederhana adalah masuknya Batik China ke pasar pasar tradisional Indonesia, yang memang lebih murah daripada produksi batik Indonesia. Belum lagi sekarang sering kita jumpai produk buah buah murah yang dijual di pinggir jalan, yang merupakan produk import dari China, dan mungkin perlahan tapi pasti kita bakalan melihat banyak produk dari berbagai negara masuk ke kita, mungkin beras Vietnam, gula Thailand, hingga (paling parah) buruh bangunan dari negara lain.

    Apakah bangsa kita akan menjadi negara konsumen? bukan lagi menjadi negara produsen? CAFTA ini ditandatangani pada tahun 2006 oleh delegasi Indonesia dan didampingi oleh Bapak Presiden SBY, tetapi hingga hari ini surat kabar dan media dipenuhi oleh tulisan bahwa kita belum siap untuk CAFTA, dari segala sudut pandang, dari mulai pejabat, organisasi, hingga gabungan penguasaha, menyatakan ketakutannya, rasa pesimis. Sebuah tulisan bagus hari ini di Kompas adalah “siap tidak siap CAFTA sudah didepan mata”, ya sudah jelas bahwa kita setuju dan menandatangani kesepakatan ini pada tahun 2006, dan hari ini kita bilang tidak siap?

    Saya sendiri sudah sejak 2009 lalu berpikir keras tentang bagaimana saya bisa mengambil keuntungan dari CAFTA ini, dan memang hingga hari ini saya belum mendapatkan ide tentang itu, tetapi alangkah baiknya semua insan ekonomi dan juga pemerintahan, bahu membahu dengan para ilmuwan, mahasiswa hingga warga negara biasa untuk melihat CAFTA ini sebagai tantangan, bukan malah kendor dan berkilah.

    Saya bukan ekonom atau pengusaha apalagi penguasa, tetapi mari kita lihat ketakutan ini dan mari kita pilah ->

    A. Indonesia menjadi konsumen
    ya, dengan bebas masuknya (baca: murah) produk dari luar negeri yang kemudian memang lebih murah dari produk dalam negeri, misal tekstil, maka ditakutkan bahwa orang akan pindah hati membeli produk “import” ini. Saran saya adalah dengan (menurut pandangan saya sebagai orang awam) ->
    - hilangkan imaji bahwa barang “import” lebih bagus
    - mari kembali berbudaya untuk tidak menggunakan “bajakan”, minimal mengurangi
    - para mahasiswa mulai untuk “membuat” dan “berkarya”, tidak hanya sekedar lulus kuliah kemudian bekerja di tempat orang lain, mari mulai membuka lapangan kerja
    - penguatan sektor pendidikan karena ini merupakan modal awal bagi bangsa ini, selain sumber daya alam yang loh jinawi dan tidak pernah kekurangan ini (mimpi lama)
    - produsen lokal harus konsentrasi pada kualitas, juga kepada diverifikasi produk

    B. Indonesia tidak bisa bersaing
    - jika memang tidak bisa bersaing di bidang harga, maka bersainglah di bidang kualitas, membuat sebuah produk yang “ekonomis” sekarang merupakan solusi tepat.
    - pengusaha mulai menghitung lagi kenapa produk mereka lebih mahal
    - ada perbaikan dalam berbagai macam sektor kebijakan seperti transportasi, pungutan, ijin dan segala macam yang sering dikeluhkan oleh penguasa sebagai pencipta “pungli”
    - lagi lagi infrastruktur … pemerintah sendiri juga harus berbenah, karena benteng terakhir sebuah negara adalah pemerintah
    - para calon pekerja atau pekerja harus mulai untuk “update” kemampuan mereka, karena persaingan akan lebih keras, dimana banjir produk juga diikuti banjir pekerja “murah dan berkualitas” dari luar negeri :)

    Ok,
    satu hal terakhir yang saya lihat bisa menjadi kekuatan besar kita adalah INFORMASI, gunakan senjata ini untuk mengambil kue dari CAFTA.
    Tabik Hari Baik!

     
  • plentonk 7:59 am on 20 January 2010 Permalink | Reply  

    Sirkuit BMX di Jogja 

    Hai hai pecinta bmx, terutama untuk para tua tua yang dulu doyan banget ber bmx, sekarang jogja sudah punya sirkuit permanen, dibangun di sebelah barat kebon binatang Gembiro Luko Yogya, merupakan proyek pemerintah bekerja sama dengan pihak kebun binatang.

    Pembangunan sirkuit bmx ini sudah dimulai bulan juni 2009, tapi saatnya katanya sudah rampung, tapi belum tahu kapan bisa digunakan. Saya juga belom sempat mengecek keberadaan tempat itu, nampaknya sangat menyenangkan mempunyai sirkut khusus bmx.

    Waktu aku sd, bmx adalah sepeda impian, yang mungkin harus menabung dari kelas 3 ampe kelas 4, baru bisa punya. Waktu aku sd, dekat sekolahanku ada sirkuitnya, diatas lapangan, dan aku pernah pulang pramuka hari minggu nonton sebuah lomba bmx, waaahh keren banget ..

    Kelas 4 aku punya sepeda bmx, menyenangkan sekali, tapi ternyata aku gak handal seperti kawan2 yang lain yang bisa standing (roda depan diangkat) sambil jalan, paling aku cuma bisa standing biasa, sebentar, baik roda depan maupun roda belakang. Waktu di kampung pas acara 17 agustusan lomba sepeda lambat, aku selalu nomor satu, maksudnya aku selalu nyampe finish duluan, ya jadinya malah kalah :D waktu itu aku masi ingat, jagoan juaranya bertahun tahun adalah tetanggaku, si nanang, karena dia bisa berdiri diatas sepedanya, tidak bergerak, tidak pake rem, dan hanya diam menunggu musuh2nya sampe finish, baru dia ke finish. Aku juga bingung, kenapa setiap lomba sepeda lambat aku selalu duluan, rasanya aku membayangkan bahwa pemenang itu adalah orang nomor satu, atau yang menang yang duluan, ternyata tidak semua pemenang harus terdepan :D

     
c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
esc
cancel