Archive for the ‘ Januari ’ Category

0
20
Jan

Sirkuit BMX di Jogja

Hai hai pecinta bmx, terutama untuk para tua tua yang dulu doyan banget ber bmx, sekarang jogja sudah punya sirkuit permanen, dibangun di sebelah barat kebon binatang Gembiro Luko Yogya, merupakan proyek pemerintah bekerja sama dengan pihak kebun binatang.

Pembangunan sirkuit bmx ini sudah dimulai bulan juni 2009, tapi saatnya katanya sudah rampung, tapi belum tahu kapan bisa digunakan. Saya juga belom sempat mengecek keberadaan tempat itu, nampaknya sangat menyenangkan mempunyai sirkut khusus bmx.

Waktu aku sd, bmx adalah sepeda impian, yang mungkin harus menabung dari kelas 3 ampe kelas 4, baru bisa punya. Waktu aku sd, dekat sekolahanku ada sirkuitnya, diatas lapangan, dan aku pernah pulang pramuka hari minggu nonton sebuah lomba bmx, waaahh keren banget ..

Kelas 4 aku punya sepeda bmx, menyenangkan sekali, tapi ternyata aku gak handal seperti kawan2 yang lain yang bisa standing (roda depan diangkat) sambil jalan, paling aku cuma bisa standing biasa, sebentar, baik roda depan maupun roda belakang. Waktu di kampung pas acara 17 agustusan lomba sepeda lambat, aku selalu nomor satu, maksudnya aku selalu nyampe finish duluan, ya jadinya malah kalah :D waktu itu aku masi ingat, jagoan juaranya bertahun tahun adalah tetanggaku, si nanang, karena dia bisa berdiri diatas sepedanya, tidak bergerak, tidak pake rem, dan hanya diam menunggu musuh2nya sampe finish, baru dia ke finish. Aku juga bingung, kenapa setiap lomba sepeda lambat aku selalu duluan, rasanya aku membayangkan bahwa pemenang itu adalah orang nomor satu, atau yang menang yang duluan, ternyata tidak semua pemenang harus terdepan :D

0
17
Jan

Pak Ali, Terang dan rumput tetangga

Hari Minggu.

Pagi tadi ke gereja, seorang pendeta batak marga hutabarat bercerita tentang pak ali, begini ceritanya ->

Pada suatu siang hari pak budi melihat pak ali tetangganya sedang mencari cari sesuatu di halaman depan rumahnya, mondar mandir kesana kemari. Datanglah pak budi menghampiri pak ali (rasa keingintahuan khas budaya timur .. no offense),

“sedang apa pak?” tanya pak budi,

“sedang mencari jarum” jawab pak ali sambil terus melihat kebawah.

“emang jatuh dimana pak” pak budi tanya lagi sambil mulai mencari juga, sambil tak lupa menengok sandalnya untuk memastikan bahwa dia menggunakan alas kaki.

“jatuhnya di dalam rumah” … jawab pak ali kalem sambil terus mencari ..

“laaahhh …. ” pak budi gubrak, “kok nyarinya diluar pak? kalo jatuhnya di dalem ya cari didalem lah”

“disini terang pak budi, kalo didalem gelap, males” jawab pak ali.

Cerita berhenti disini.
Cerita ini mengena sesaat pada diriku, sehubungan dengan permasalahan yang aku hadapi hari hari ini .. “jarum yang hilang” tadi harusnya dicari saat itu juga ketika hilang, walaupun gelap, penuh rintangan, tetapi memang itu keharusan untuk “menemukannya”, bukan dengan cara kemudian keluar mencari “di tempat yang terang”, sebuah cara yang mudah, yang instan, yang tidak menyelesaikan masalah.

Cerita diatas sama dengan cerita tentang “rumput tetangga TERLIHAT lebih baik dari rumput rumah kita sendiri”, sehingga orang kemudian pergi meninggalkan “rumputnya” dan tinggal di “rumput tetangga”. Akan bagus jika kita setelah melihat “rumput tetangga” lebih bagus, kemudian tertantang untuk memperbaiki “rumput halaman sendiri”, bukan dengan pindah ke “rumput tetangga”. Tetapi ide yang cukup gila adalah mencicipi “rumput tetangga” kemudian balik ke “rumput rumah sendiri”, untuk menyakinkan kalo “rumput rumah” tetap lebih enak, walaupun memang perlu diperbaiki :D

selamat hari minggu!