Posts Tagged ‘ informasi ’

0
12
May

Microsoft membeli Skype seharga 72 triliun

microsoft membeli skype, apa jadinya nanti aplikasi perkantoran Office?Skype adalah aplikasi telepon online, yang dimiliki oleh Ebay. Di indonesia Skype banyak digunakan oleh orang orang untuk berkomunikasi dengan orang luar negeri terutama eropa / amerika (tidak seperti YM yang lebih banyak digunakan oleh pengguna dari Indonesia juga), skype cukup terkenal karena pelopor komunikasi berbasis suara (telepon) secara online, juga bisa untuk video.

10 Mei 2011 perusahaan besar Microsoft membeli Skype dari Ebay, dengan nilai sebesar 8,5 juta dolar US, sekitar 72 triliun rupiah, angka yang cukup besar, dimana banyak berita bahwa Skype sebenarnya tidak memiliki banyak laba setiap tahunnya.

Pertanyaan jadi untuk apa Microsoft membeli Skype?
jika dari press release Microsoft, mereka (Microsoft) ingin menguatkan brand Skype, serta mendapatkan keuntungan dari sekitar 170 juta pengguna Skype (tahun 2010), dan mengkolaborasikan Skype untuk peralatan mobile (Windows Phone) serta XBOX.

Ada beberapa hal lain yang sepertinya tentu jadi pertimbangan kenapa Microsoft membeli Skype, kurasa tentu saja untuk menjadi pemimpin pada teknologi suara dan video, yang kemudian bisa di embbed di semua aplikasi Microsoft semisal Office dan lain lain, sehingga membuat apliakasi mereka lebih kolaboratif.

Kita tunggu saja hasil seperti apa kolaborasi tersebut ..

0
22
Jan

CAFTA dan bangsa Indonesia

2010 ini bangsa kita sudah setuju untuk melaksanakan CAFTA, sebuah perjanjian China dan ASEAN untuk perdagangan bebas. Perdagangan bebas ini maksudnya lebih ke kemudahan tiap anggota untuk saling mengirim (ekspor) produk ke negara anggota lainnya.

Banyak kekuatiran dari kalangan bisnis di Indonesia bahwa infrastruktur kita (baca: Indonesia) tidak atau belum mendukung program ini, apalagi dengan membanjirnya produk dari luar negeri yang murah, akan menghancurkan produsen dalam negeri. Produk yang jelas saya lihat akan masuk adalah di bidang tekstil, contoh sederhana adalah masuknya Batik China ke pasar pasar tradisional Indonesia, yang memang lebih murah daripada produksi batik Indonesia. Belum lagi sekarang sering kita jumpai produk buah buah murah yang dijual di pinggir jalan, yang merupakan produk import dari China, dan mungkin perlahan tapi pasti kita bakalan melihat banyak produk dari berbagai negara masuk ke kita, mungkin beras Vietnam, gula Thailand, hingga (paling parah) buruh bangunan dari negara lain.

Apakah bangsa kita akan menjadi negara konsumen? bukan lagi menjadi negara produsen? CAFTA ini ditandatangani pada tahun 2006 oleh delegasi Indonesia dan didampingi oleh Bapak Presiden SBY, tetapi hingga hari ini surat kabar dan media dipenuhi oleh tulisan bahwa kita belum siap untuk CAFTA, dari segala sudut pandang, dari mulai pejabat, organisasi, hingga gabungan penguasaha, menyatakan ketakutannya, rasa pesimis. Sebuah tulisan bagus hari ini di Kompas adalah “siap tidak siap CAFTA sudah didepan mata”, ya sudah jelas bahwa kita setuju dan menandatangani kesepakatan ini pada tahun 2006, dan hari ini kita bilang tidak siap?

Saya sendiri sudah sejak 2009 lalu berpikir keras tentang bagaimana saya bisa mengambil keuntungan dari CAFTA ini, dan memang hingga hari ini saya belum mendapatkan ide tentang itu, tetapi alangkah baiknya semua insan ekonomi dan juga pemerintahan, bahu membahu dengan para ilmuwan, mahasiswa hingga warga negara biasa untuk melihat CAFTA ini sebagai tantangan, bukan malah kendor dan berkilah.

Saya bukan ekonom atau pengusaha apalagi penguasa, tetapi mari kita lihat ketakutan ini dan mari kita pilah ->

A. Indonesia menjadi konsumen
ya, dengan bebas masuknya (baca: murah) produk dari luar negeri yang kemudian memang lebih murah dari produk dalam negeri, misal tekstil, maka ditakutkan bahwa orang akan pindah hati membeli produk “import” ini. Saran saya adalah dengan (menurut pandangan saya sebagai orang awam) ->
- hilangkan imaji bahwa barang “import” lebih bagus
- mari kembali berbudaya untuk tidak menggunakan “bajakan”, minimal mengurangi
- para mahasiswa mulai untuk “membuat” dan “berkarya”, tidak hanya sekedar lulus kuliah kemudian bekerja di tempat orang lain, mari mulai membuka lapangan kerja
- penguatan sektor pendidikan karena ini merupakan modal awal bagi bangsa ini, selain sumber daya alam yang loh jinawi dan tidak pernah kekurangan ini (mimpi lama)
- produsen lokal harus konsentrasi pada kualitas, juga kepada diverifikasi produk

B. Indonesia tidak bisa bersaing
- jika memang tidak bisa bersaing di bidang harga, maka bersainglah di bidang kualitas, membuat sebuah produk yang “ekonomis” sekarang merupakan solusi tepat.
- pengusaha mulai menghitung lagi kenapa produk mereka lebih mahal
- ada perbaikan dalam berbagai macam sektor kebijakan seperti transportasi, pungutan, ijin dan segala macam yang sering dikeluhkan oleh penguasa sebagai pencipta “pungli”
- lagi lagi infrastruktur … pemerintah sendiri juga harus berbenah, karena benteng terakhir sebuah negara adalah pemerintah
- para calon pekerja atau pekerja harus mulai untuk “update” kemampuan mereka, karena persaingan akan lebih keras, dimana banjir produk juga diikuti banjir pekerja “murah dan berkualitas” dari luar negeri :)

Ok,
satu hal terakhir yang saya lihat bisa menjadi kekuatan besar kita adalah INFORMASI, gunakan senjata ini untuk mengambil kue dari CAFTA.
Tabik Hari Baik!

0
12
Oct

Clara Sumarwati, Elpiji dan Informasi

Clara Sumarwati

Clara Sumarwati

Tadi iseng membaca berita online, menemukan berita tentang kenaikan elpiji, untuk tabung 6 dan 12 kg warna biru, sedang yang tabung 3kg warna hijau tidak naik. Sambil terus mengais informasi, malah nemu berita bagus, tentang Clara Sumarwati, seorang wanita yang pernah menginjak puncak gunung everest pada 26 September 1996, saat ini sedang dirawat di rumah sakit jiwa, untuk yang ketiga kalinya.

Di rumah sakit jiwa, cerita tentang pendakian oleh Clara hanya dianggap sebagai khayalan orang gila, seperti juga berita tentang kenaikan elpiji yang (awalnya) kuanggap sebagai kebohongan.

Ketika menemukan berita tentang Clara ini, aku langsung melakukan cek ulang, apakah benar si Clara ini pernah naek gunung … langsung masukkan katakunci di mesin pencari, dan memang banyak data ( aku menggunakan mesin pencari google dengan kata kunciĀ  dan mempersempit pencarian berdasarkan waktu antara 1 januari 1998 hingga 1 januari 2007) tentang si Clara yang jadi perempuan pertama di ASEAN yang pernah menginjak puncak Everest.

Nah, di era revolusi informasi ini, begitu ada sesuatu yang membingungkan / tidak meyakinkan / ragu ragu, coba buka mesin pencari anda, masukkan kata kunci yang tepat, cek ulang tentang data yang anda butuhkan, hingga anda bisa yakin seyakin yakinnya ..

1
11
Oct

Revolusi Pertanian, Revolusi Industri, Revolusi Informasi

1. Dunia ada, manusia ada, hidup berpindah pindah, makan dari alam. Masalah muncul ketika manusia bertambah dan kemampuan alam mencipta makanan tetap.

P =f ( SDA )
Produksi (P) tergantung kepada Sumber Daya Alam (SDA)

[aku sudah cari di google dan gak ketemu rumusnya, jadi aku bikin sendiri]

2. Revolusi Pertanian .. Dari masalah diatas, terjadi revolusi pertanian, manusia sudah bisa meng-eksploitasi alam.Tercipta pemetaan lahan / tempat, tercipta kepemilikan. Tumbuhnya kantong kantong manusia (kota/kerajaan). Lahan menjadi penting. Anak / keturunan menjadi penting, sebagai pekerja / penggarap lahan (banyak anak banyak rejeki).

P = f ( SDA, P )

Produksi tergantung kepada SDA dan Pekerja (P)

3. Revolusi Industri. (akhir abad 18 , http://id.wikipedia.org/wiki/Revolusi_Industri )
Manusia makin banyak, Sumber daya alam semakin sedikit, mulai digunakan mesin mesin untuk mempercepat produksi. Pemanfaatan mesin merubah segala lini kehidupan, dan mempengaruhi seluruh dunia. Modal / capital / uang menjadi dewa baru.

P = f ( SDA , P , K )

Produksi tergantung kepada SDA + Pekerja + Kapital (modal)

4. Revolusi Informasi
Ditemukannya komputer. Penggunaan awal untuk komputasi mulai berubah merambah semua unsur unsur kehidupan (baik yang mati maupun hidup). Siapa yang memegang informasi, dialah pemenang ..

P = f ( SDA , P , K , I )

Nah,
Kita di Indonesia ini, harus diakui, mayoritas hidup masih di rev.2, walaupun sudah mempunyai kekuatan rev.4, dengan gembar gembor rev.3, tetapi informasi yang ada saat ini hanyalah dalam bentuk kemajuan teknologi, semacam internet, handphone, yang lebih condong ke konsumerisme.

Informasi tanpa makna tidak berguna!

Referensi:

1. http://en.wikipedia.org/wiki/Production_theory_basics
2. http://en.wikipedia.org/wiki/Factors_of_production
3. Bapak Dr. Ir Eko Nugroho